Patoman, Bali Van Java
Karya : Lukman Hadi
Mamang,
belum semaju Desa tetangga
Memang,
tidak sekaya Desa tetangga
Memang,
tidak seberuntung Desa tetangga
Memang,
belum seperti Desa tetangga
Tapi,
coba lihatlah potensi yang kami punya
Pohon
Kelapa tumbuh di mana-mana
Tanaman
Kopi dan Kakao banyak jumlahnya
Lokasi
tepat bagi investor mendirikan pabrik kopi, minyak dan gula
Peternakan
Ayam, Kambing dan Sapi hampir merata
Peternakan
Babi juga ada
Hamparan
sawah di sebelah timur pun masih banyak jumlahnya
Cocok
dijadikan Pusat Pertanian Terpadu kiranya
Jika
Desa tetangga terkenal akan ikan bakarnya
maka,
inilah Pantai kami dengan keindahan alamnya
Ombaknya
yang relatif tenang, cocok untuk acara Mancing Mania
Rindangnya
pepohonan Kelapa di pinggir pantai, pas sekali untuk bersantai bersama keluarga
Ikan
bakarnya pun, hmm, tak kalah lezatnya
Industri
Gula Merah Non Sulfit, Kami punya
Industri
Galangan Kapal, Kami ada
UKM Ukiran
Kayu, ah Kami ahlinya
Kesenian
Janger, hmm, itu kan Kami jagonya
Kesenian
Jaran Kencak, ladalah, itu mah Kami gudangnya
Desa Patoman
layak jadi Desa Wisata
Bupati
Banyuwangi menjulukinya sebagai Patoman The Little Balinese in Java
Sedang
Kami menjulukinya sebagai Patoman Bali Van Java
Bukan
tanpa alasan tentu saja
Dusun
Patoman Tengah lah yang jadi Primadona
Kampung
Balian Kami menyebutnya
Di
sana dihuni warga keturunan Bali berjumlah kurang lebih 750 jiwa
Yang
masih menjunjung tinggi agama, adat dan budaya nenek moyang mereka
Dan,
satu lagi potensi Desa Patoman yang paling utama
Kuat
sekali dan sudah sejak lama
Yang
akan terus kami jaga dan Kami bina
Adalah
terjalinnya kerukunan antar umat beragama
Akhirnya,
Saya yakin dan percaya
Pemerintah
Desa Patoman kini dan selanjutnya
Akan
mendayagunakan potensi itu menjadi nyata
Demi
masyarakat Patoman yang lebih sejahtera
Patoman,
30 Agustus 2014




